terjemah

Senin, 27 Februari 2012







Bab I
Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah
Masalah lingkungan hidup adalah masalah kita semua. Manusia pada dasarnya selalu bergantung pada alam sekitarnya. Segala aktivitas manusia sangat ditentukan oleh alam. Oleh karena itu, sudah seharusnya manusia peduli terhadap kelestarian alam. Pemuda adalah bagian dan masyarakat. Pemuda adalah masa depan suatu bangsa. Di tangan generasi muda inilah keadaan suatu bangsa ditentukan. Pernyataan tersebut sudah begitu saring kita dangar. Namun, kenyataannya sering kita mendapatkan para pemuda yang tidak peduli dengan keadaan lingkungan sekitarnya. Mereka cenderung lebih suka berhura-hura. Hal ini semakin di perparah dengan fakta yang memprihatinkan maraknya tawuran antar pelajar dan penggunaan narkoba. Melihat keadaan tersebut banyak kalangan yang merasa pesimis dan takut di kalangan remaja terhadap masa depan (pemuda) Indonesia.
Fakta-fakta tersebut pada akhirnya membuat masyarakat selalu menilai kegiatan pelajar sebagai kegiatan yang tidak ada gunanya bah kan dianggap negatif Namun, pernyataan tersebut adalah sebuah penilaian yang keliru karena menjadikan tolak ukur kenakalan sebagian pelajar untuk menilai semua perilaku pelajar. Pada kenyataannya banyak juga kegiatan pelajar yang bernilai positif.
Pada karya tulis ini, penulis akan mencoba memaparkan salah satu kegiatan positif yang dilakukan oleh para pelajar. Kegiatan tersebut berhubungan dengan peril aku cinta lingkungan hidup  yang dipetikkan oleh pelajar sebagai bentuk kesadaran diri pelajar sebagai bagian dari masyarakat dan penentu masa depan bangsa.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, penulis merumuskan beberapa masalah yang akan dibahas dalam karya tulis ilmiah, yaitu:
1. Bagaimana pandangan para siswa SMA 1 Tapung terhadap masalah lingkungan hidup?
2. Bagaimana peranan para siswa SMA 1 Tapung dalam penyebaran kepedulian terhadap lingkungan hidup kepada masyarakat sekitar?


C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk:
a. mengetahui pandangan para siswa SMA 1 Tapung terhadap masalah lingkungan hidup;
b.mengetahuiperanan para siswa SMA 1 Tapung dalam penyebaran kepedulian terhadap lingkungan hidup kepada masyarakat.

D. Metode dan Teknik Penelitian
Untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan, penulis menggunakan metode observasi dan kepustakaan. Adapun teknik-teknik yang dipergunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut.
1.Teknik Pengamatan Langsung
Pada teknik ini penulis terjun langsung meneliti ke lapangan (SMA 1 Tapung) untuk mengetahui sejauh mana kepekaan, perhatian, dan peranan para pelajar SMA 1 Tapung dalam masalah kepedulian lingkungan hidup.
2. Teknik Wawancara
Tujuan dari teknik wawancara ini adalah agar diperoleh gambaran yang lebih mengenai kasus yang dibahas. Responden meliputi para pelajar SMA 1 Tapung, para pengajar SMA 1 Tapung, masyarakat sekitar SMA 1 Tapung, dan ahli lingkungan hidup sebagai sumber informasi mengena istudi kasus masalah kepedulian lingkungan hidup pada remaja.
3. Studi Pustaka
Pada metode ini, penulis membaca buku-buku dan tulisan yang berhubungan dengan penulisan karya ilmiah serta yang berkaitan dengan masalah lingkungan hidup dan perilaku rem aja.




E. Waktu dan Lokasi Penelitian
Jangka waktu penelitian adalah satu bulan yaitu tanggal 1 oktober sampai dengan 30 Oktober 2007. Penelitian ini dimulai dari perumusan masalah, pengumpulan data, pengolahan data, pengamatan di lapangan, hingga penulisan hasil penelitian.
Lokasi penelitian adalah SMA 1 tapung . Penentuan lokasi penelitian ini didasarkan pada fakta bahwa SMA 1 tapung adalah Sekolah Menengah Atas yang selalu mendapat predikat sekolah dengan lingkungan terbersih se-Provinsi riau


F.  Sistematika Penulisan
Pada karya ilmiah ini, penulis akan menjelaskan basil penelitian di lapangan dimulai dengan bab pendahuluan. Bab ini meliputi latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, waktu dan lokasi penelitian, serta sistematika penulisan. Bab selanjutnya, penulis melakukan penelitian lapangan di SMA 1 tapung
Pustaka
Bahasa Indonesia Untuk SMA oleh Nani Darmayanti dan Nurul Hidayati

Rabu, 22 Februari 2012

makalah penjas


Kata Pengantar
          Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang senantiasa mencurahkan rahmat dan kasihnya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas kliping ini dalam rangka memenuhi tugas pelajaran PENJASntuk me
          Makalah ini masih perlu disempurnakan, oleh karena itu jika ditemukan adanya kekurangan atau kesalahaan, kami akan sangat ber terimakasih atas kritik dan saran yang disampaikan u nyempurnakan makalah ini.
          Dan tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Guru yang telah membimbing kami serta kepada teman-teman yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini. Semoga Tuhan YME membalas semua kebaikan Bapak Guru dan teman-teman, dan semoga makalah ini dapat bermanfaat.

Indrasakti, 1 September 2011

Penulis


Kata Penutup


Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.

Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dusi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.






DAFTAR ISI





                1. KATA PENGANTAR………………………………………………….  1
          2.DAFTAR ISI………………………………………………………………   2
          3.TENIS MEJA………………………………………………… 3….5
          4.BULUTANGKIS………………………………………………. 5…..8
          5. PEJELASAN………………………………………………………………9
5.PENUTUP………………………………………………………………………………. 10










TENIS MEJA
Olahraga tennis meja adalah olahraga yang telah menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Olympiade, dan mendapat perhatian khusus di dunia internasional.
Dalam perkembangan yang sangat pesat, para pengemar olahraga tennis meja dituntut untuk mempelajari dan menganalisa kepesatannya lebih mendalam hingga ke detil-detilnya. Dengan demikian, kita akan mengetahuio cara-cara terbaru yang akan membawa para pemain meningkatkan mutu teknik bermain dan bertanding yang akan menuju kea rah keberhasilan. Kita tentu sependapat bahwa tingkat kesempurnaan hanya akan terwujud melalui system latihan yang penuh disiplin disertai keteguhan hati dalam meraih kesuksesan.
Bermain tennis meja ada dua tenaga yang paling mendasar; yang satu adalah tenaga pukulan membentur bola yamg lebih di kenal dengan sebutan memukul, dan yang satunya lagi adalah tenga pergesekan yang lebih di kenal dengan sebutan mengesek bola. Selain bola yang tinggi dekat net., dapat di pukul secara ringkas, memukul bola-bola yang lainya harus dilengkapi dengan gesekan. Apabila diuraikan, di sini mengandung dua arti:
a. pada saat pukulan half volley, yang diutamakan adalah pukulan, sedangkan pergesekan hanya merupakan factor penunjang. Memukul dapat menambah kecepatan dan tenaga bola, mengesek dapat menimbulkan bola berputaran atas (topspin). Putaran atas berguna untuk menciptakan garis kurva yang sesuai dengan pukulan.
b. Pada saat menciptakan putaran seperti bola loop drive, haruslah mengutamakan pergesekan. Akan tetapi, mengejar tuntutan pergesekan secara monoton malah akan berakibat sebaliknya. Gesekan akan terlalu tipis, menyebabkan kurangnya kurangnya tenaga putaran bola dan sulit untuk mengorbitkan bola yang berputaran dua. Seharusnya, pertama memukul, kemudian mengesek dengan gerak pukul hingga bola mendekat seperti menempel padapermukaan raket, kemudian menambah tenaga pergesekan.
Perbedaan mendasar yang menampakan kelebihan pukulan loop drive topspin dengan kombinasi kecepatan dan perputaran, ialah terciptanya bola dengan kecepatan kilat. Pada masa kini dituntut untuk mengubah pukulan gaya lama yang hanya mengunakan gerakan minim seperti pukulan hall volley membentur bola.
Kekutan ancaman pukulan serangan kilat penhold tercipta jika tingat dan derajat penggunaan teknik pukulan yang optimal adalah bila dalam pukulan itu telah terjadi akumulasi gerak, teknik dan timing yang tepat dan benar.
Dengan kata lain kuatnya ancaman pukulan serangan kilat penhold ditentukan oleh derajat akumulasi teknik pukulan secara optimal, sehingga akan sangat berpotensi mematikan lawan.


                                   Dasar-Dasar LemparLembing

A. Teknik Dasar lempar Lembing

1. Cara Memegang Lembing

Cara Amerika dilakukan dengan cara memegang lembing dibagian belakang lilitan lembing dengan jari telunjuk melingkar di belakang lilitan dan ibu jari menekannya di bagian permukaan yang lain, sementara itu jari-jari turut melingkar di badan lembing dengan longgar.

Cara Finlandia dilakukan dengan cara memegang lembing pada bagian belakang lilitan lembing dengan jari tengah dan ibu jari, sementara telunjuk berada sepanjang batang lembing dan agak serong ke arah yang wajar, jari-jari lainnya turut melingkar di badan lembing dengan longgar. Cara yang lainnya yaitu adalah pegangan “V”.Tapi cara ini sudah jarang dipakai karena dianggap tidak menguntungkan.




2.Cara Membawa Lembing

  1. Lembing di bawa diatas bahu dengan mata lembing menghadap kearah serong atas.
  2. Lembing dibawa di belakang badan sepanjang alur lengan dengan mata lembing menghadap kearah depan serong atas.
  3. Lembing dibawa di atas bahu dengan mata lembing menghadap serong kearah bawah.









 B. Beberapa Hal Yang Perlu di Perhatikan Dalam Mempelajari Teknik Lempar Lembing

1. Beberapa Hal Yang di Sarankan
  1. Memegang lembing sepanjang jalur lengan
  2. Melebarkan langkah terakhir dan membengkokkan secara perlahan-lahan tungkai kanan
  3. Berlari lurus selama melakukan awalan
  4. Bawalah berat badan melewati tungkai belakang
  5. Dapatkan sebuah pilihan antara tubuh bagian atas dan bagian bawah (bahu kiri dalam posisi tertutup)
  6. Luruskan lengan lempar dan telapak tangan lempar dalam posisi menghadap keatas
  7. Langkahkan tungkai kiri jauh ke depan dan cakarkan
  8. Busungkan badan dalam posisi lempar dan bawalah sikut keatas sewaktu melakukan lemparan.

2. Beberapa Hal Yang Harus di Hindari
  • Memegang lembing dengan kepalan tangan penuh (menggenggam)
  • Meloncat ke atas pada langkah terakhir
  • Melakukan dua kali atau lebih langkah silang
  • Membawa ke dua bahu menghadap kedepan
  • Pinggul di tekuk sehingga badan membungkuk ke depan
  • Membengkokkan lengan lempar pada saat mulai melakukan lemparan
  • Penempatan kaki depan di tanah terlalu jauh ke kiri
  • Melempar berputar melalui samping kanan badan
C. Peraturan Perlombaan Lempar Lembing

Persyaratan Suatu Lemparan Yang Syah
  • Lembing harus di pegang pada bagian pegangannya, dan harus di lempar lewat atas bahu atau bagian teratas dari lengan si pelempar dan harus tidak dilempar secara membandul.Gaya non orthodox tidaklah di izinkan untuk dipakai.
  • Lemparan itu tidak syah apabila mata lembing tidak menggores tanah sebelum bagian lembing lainnya.
  • Pelempar pada waktu membuat awalan lempar tidak boleh memotong salah satu garis atau jalur paralel.
  • Lemparan tidak syah bila si pelempar menyentuh dengan bagian tubuhnya atau anggota badan garis lempar, atau garis perpanjangan (garis lempar) yang siku-siku terhadap garis paralel, atau menyentuh tanah didepan garis lempar dan garis-garis itu semua.                  Xcx
  • Sesudah membuat gerakan awalan lempar sampai lembingnya dilepaskan dan mengudara, tidak sekali-kali pelempar memutar tubuhnya penuh sehingga punggungnya membelakangi sektor lemparan.
  • Pelempar tidak boleh meninggalkan jalur lari awalan sebelum lembing yang dilemparkan jatuh ke tanah. Dari sikap berdiri meninggalkan jalur lari awalan dari belakang lengkung garis lempar dan garis perpanjangan.

D. Peralatan

1. Lembing
  1. Konstruksi : Lembing terdiri dari 3 bagian : (1) mata lembing (2) badan lembing dan (3) tali pegangan
  2. Badan lembing di buat dari metal dan pada ujung depan terpasang kokoh sebuah mata lembing yang runcing
  3. Tali pegangan (melilit pada badan lembing) berada dititik pusat gravitasi dan tidak melibihi garis tengah badan lembing dari 8 mm. Lilitan tali pegangan lembing harus sama tebal dan bergerigi, tanpa sabuk atau benjolan.
  4. Panjang lembing untuk putra adalah 2,6 – 2,7 m dan putri adalah 2,2 – 2,3 m. Berat untuk putra 800 gr dan putri 600 gr.






2. Jalur Lari Awalan  
  • Panjang jalur awalan lempar harus tidak lebih dari 36,5 m dan tak kurang dari 30 m dan harus di batasi dengan dua garis paralel selebar 5 cm yang saling terpisah sejauh 4 m.
  • Kemiringan kesamping dari jalur lari awalan max 1 : 1.000.

3. Garis Lengkung Lemparan

Lemparan harus dilakukan dari belakang garis lengkung lempar atau sebuah busur dengan jari-jari 8 cm. Garis lempar ini terdiri dari garis batas lempar dicat putih selebar 7 cm, atau terbuat dari kayu atau metal dan dipasang rata dengan tanah. Garis lempar ini di perpanjang ke arah kanan dan kiri 75 cm di buat siku-siku atau tegak lurus dengan garis paralel 4 m. Garis perpanjangan inipun dicat putih, lebar 7 cm dan panjangnya 0,75 m.


5.       Sektor Lemparan

Semua lemparan (lembing) yang di anggap syah harus jatuh di dalam sektor lemparan, suatu daerah yang dibatasi oleh garis 5 cm di sebelah kanan dan kiri garis lempar. Garis 5 cm ini di buat di tanah dari titik A yaitu titik dari busur atau garis lempar, garis itu ditarik melalui titik Bdan C pada titik mana busur atau garis lempar itu berpotongan dengan garis 5cm untuk membentuk sektor lemparan. Sektor lemparan ini boleh atau dapat di beri tanda jarak : 30 cm, 50 cm, 70 cm, dst.

Jenis Olahraga ini sangat berbahaya sehingga penuh perhatian untuk keamanannya. Termasuk di lingkungan sekolah, seperti tertera pada English School Athletic Association’s Handbook Peraturan keamanan harus diperhatikan.  Lembing yang digunakan terbuat dari logam untuk Putra beratnya 800 gram dengan panjang 2,70 m, sedangkan Putri beratnya 600 gram dengan panjang 2,30m.

Teknik dalam lempar lembing yaitu:

Cara Memegang

Lembing dipegang pada bagian pegangannya yang diikat dengan tali sepanjang 20cm, dengan jari kelingking terdekat pada ujung lembing, sedangkan ibu jari dan telunjuk atau telunjuk dan jari tengah memegang erat ikatan tali pegangan yang berbentuk tonjolan. Pegangan itu harus kuat dan jari-jari lainya menahan lembing di atas telapak tangan. Telapak tangan harus tetap menghadap ke atas selama gerakan melempar.
Lemparan dari sikap berdiri

Perhatikan siku harus sedekat mungkin pada lembing selama lembing belum dilemparkan. Lembing dipegang dengan dengan lurus di belakang kepala. Tangan harus lebih tinggi dari pundak. Lembing dalam keadaan sejajar dengan lengan. Jarak kedua kaki kira-kira dua feet (60 cm) dengan ujung kaki kalau bisa menghadap ke arah lemparan. Punggung sedikit ke belakang. Gerakan lemparan dimulai dengan putaran ke depan dari panggul sebelah kanan (untuk lemparan menggunakan tangan kanan). gerakan berlanjut pada pundak mengikuti ke depan. Begitu pundak bergerak, maka lengan harus melempar secepat mungkin dengan sikunya tetap tinggi dan sedekat mungkin dengan lembing.

6.       Lemparan dengan lari tiga atau lima langkah

Cara lari dimulai dengan kedua kaki rapat, menghadap ke arah lemparan, sedang lembing dipegang dengan tangan kanan dan lengan lurus ke belakang. Lari dimulai dengan kaki kiri Dengan kaki mendarat pada tumit ujung telapak kaki. Yang perlu diperhatikan gerakan terakhir pada langkah kaki kanan saat akan melempar. Kaki kanan bergerak ke depan, lutut diangkat lebih tinggi dan badan agak condong ke belakang. Kaki mendarat tidak pada ujungnya. Jauh dekatnya lemparan tergantung pada kecepatan lengan waktu melepas lembing.